KIAT PRAKTIS MEMULAI USAHA

Kewirausahaan adalah untuk semua orang. Semua orang bisa menjadi wirausaha. Siapapun dia. Tergantung seberapa besar kesungguhan dan motivasinya. Apakah nantinya ia akan sukses, setengah sukses, atau gagal, itu lain masalah. Kadang kesuksesan sering tak terduga. Siapa yang menyangka bank kelas kakap macam BHS bisa bangkrut. Kurang apa BHS, SDM-nya cukup propesional, manajemennya top, dan asetnya triliunan. Semuanya seakan tak berarti, BHS akhirnya ambruk tak tertolong.
Sebaliknya, orang tak banyak mengenal Bank NISP, asetnya sangat jauh dibandingkan BHS. Tapi kemudian muncul sebagai salah satu perusahaan dengan manajement terbaik di Indonesia, bahkan Asia. Artinya, modal besar, SDM profesional, juga jaringan pemasaran yang luas, tidak bisa jadi jaminan untuk sukses dalam usaha. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa tips yang bisa dijadikan tuntunan dalam memulai usaha,
1. Luruskan Niat
Semua perbuatan tergantung niat, termasuk dalam berusaha. Semua aktifitas bisnis hendaknya dilakukan dengan niat yang lurus dan benar. Niat yang tidak lurus akan menyebabkan banyak masalah. Berbagai tindakkan kotor akan muncul. Korupsi, kolusi, dan Mark-up akan merajalela. Saling sikut dan menjatuhkan antarsesama pun menjadi hal biasa. Semuanya terjadi jika semua aktifitas bisnis semata-mata disandarkan kepada kepentingan duniawi. Belum lagi sifat manusia yang tak pernah puas. Sudah dapat satu, inginnya dua. Yang dua sudah tercapai, ia kejar yang tiga, demikian seterusnya. Tak jarang semua itu dicapainya dengan cara-cara tak sehat.
Jika itu terjadi, semua jerih payah kita kan bernilai hampa di sisi sang Khalik. Sementara jika usaha kita dilandasi niat yang benar, niscaya Allah akan membukakan jalan. Semua kesempatan yang melanda akan menjadi lapang, setiap kesulitan yang menerpa akan berubah menjadi kemudahan. Dan yang terpenting, setiap tetesan keringat niscaya akan menjadi pahal kebaikan di sisi Allah SWT. “Tidaklah seorang muslim menanam tanaman, lalu manusia tau binatang atau apapun memakan darinya, melainkan hal itu menjadi shadaqah baginya.” (Bukhari-Muslim)
2. Meningkatkan derajat kaum muslimin
“Mukmin yang kuat lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah.” Demikianlah Hadits Rasul yang menggambarkan keutamaan mukmin yang kuat. Mukmin yang kuat bisa diartikan sebagai mukmin yang kuat secara fisik, intelektual, termasuk juga ekonomi. Berwirausaha merupakan salah satu sarana untuk membentuk kaum muslim yang kuat. Lahirnya konglomerat-konglomerat muslim turut mengangkat peranan umat Islam serta menjauhkannya dari kefakiran dan kehinaan.
Ingat 9 dari 10 sahabat yang gigih memperjuangkan Islam dan dijamin masuk syurga (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Abdurrahman bin Ali Waqqash, Abdullah bin Rawahah, dan Thalhah bin Ubaidah) adalah para businessman yang tangguh. Di abad ini, tak ayal lagi ekonomi menjadi salah satu poros kekuatan sebuah peradaban. Sebuah bangsa yang lemah secara ekonomi akan tertindas dan menjadi bulan-bulanan negeri yang lebih kuat. Lihat saja si “raja uang” George Soros, yang dengan entengnya mempermainkan mata uang Negara-negara berkembang.
3. Mulailah dengan peluang
Seorang wirausaha harus jeli dalam melihat peluang. Bahkan Jose-Mossi memberikan definisi wirausaha sebagai seseorang yang merasakan adanya peluang, dan senantiasa mengejar-ngejar peluang yang ada. Melihat peluang bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya:
a. Melihat produk yang beredar di luar negeri
Banyak pengusaha yang membuat produknya sebagai adaptasi dan prosuk luar negeri yang belum beredar di pasaran. Jauh hari sebelum kartu kredit menjamur, Mokhtar Riyadi (dulu masih di BCA) sudah meluncurkan BCA Card yang kini sukses. Demikian pula dengan berbagai produk acara TV yang banyak digemari, tidak sedikit yang meniru acara TV di Luar Negeri, contohnya kuis famili 100.
b. Melihat kebutuhan konsumen
Desainer busana muslim ternama, Anne Rufaidah, tidak menyangka jika baju hasil kreasinya laris di pasaran. Anne hanya melihat, busana muslim yang berkualitas sulit ditemui di pasaran. Cerita lainnya, seorang mantan pegawai membuka butik khusus untuk wanita hamil, dan ternyata mendapat sambutan hangat. Alasannya pendirian butik tersebut karena ketika peragawati itu hamil, ia kesulitan mendapatkan baju hamil.
c. Melakukan modifikasi dan inovasi terhadap produk pesaing
Kita bisa memulai usaha dengan melihat produk yang ada, tapi kemudian dimodifikasi sedemikan rupa sehingga kualitasnya lebih unggul ketimbang prosuk yang ditiru. Ketika obat nyamuk bakar marak, produk autan cukup jeli dengan membuat obat nyamuk yang dikemas dalam bentuk sachet. Harum praktis. Sehingga keuntungan pun bisa didapat produk tersebut.
4. Mengukur Kemampuan
Ukurlah kemampuan produk Anda dengan produk pesaing. Jika kita terjun dalam bisnis yang sudah punya 2-3 nama besar, bisnis kita akan sulit maju. Pengusaha Andi Sugandi tidak berani membuka Toserba Umat di kota besar karena toserbanya akan sulit bersaing dengan nama-nama besar macam Matahari, Yogya, dan Hero. Dengan cerdik ia buka toserbanya di kota-kota kabupaten di Jawa Barat yang masih relatif minim dari pesaing besar.
5. Keberanian
Seorang wirausaha harus berani menanggung resiko dalam berbisnis. Richard Cantillion, orang pertama yang menggunakan istilah entrepreneur di awal abad ke-18, mengatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang berani menanggung resiko. Manisnya kesuksesan pengusaha harus didapatkan dengan jerih payah.
6. Modal
Memulai usaha memang perlu modal. Tapi modal bukan satu-satunya jaminan untuk sukses. Banyak para pengusaha yang memulai usahanya hanya bermodal dengkul. Tapi mereka nyatanya sukses. Bob Sadino, Pengusaha penerbit Gema Insani Press, dan Pengusaha Rabbani Muslimah. Semuanya memulai usaha dengan modal pas-pasan.
7. Bekerja Keras dan tidak sok gengsi
Ketika Korea dihantam Krisis, PHK massal tak dapat dihindarkan. Tidak sedikit para managernya yang beralih profesi menjadi pedagang kakilima. Jika Anda baru membuka usaha, jangan langsung mengangkat manager dan sekeretaris, tapi harus menjadi seksi sibuk yang mengurus produksi hingga pemasaran sendirian.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: