SEMINAR DAN DISKUSI PANEL
A. SEMINAR
1. Memahami Pengertian Seminar
Seminar merupakan suatu pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang (guru besar atau seseorang ahli). Pertemuan atau persidangan dalam seminar biasanya menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja masing-masing. Seminar biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah secara ilmiah. Yang berpartisipasi pun orang yang ahli dalam bidangnya. Seminar tentang pemasaran suatu produk, tentu dihadiri oleh para pakar bidang pemasaran. Seminar pendidikan tentu saja dihadiri oleh para ahli pendidikan. Sementara itu, peserta berperan untuk menyampaikan pertanyaan, ulasan, dan pembahasan sehingga menghasilkan pemahaman tentang suatu masalah.
Tidak berarti bahwa kelas tidak bisa menyelenggarakan seminar. Di kelas bisa pula diselenggarakan seminar. Yang penting bahwa kita mencoba membahas suatu masalah dengan argumen-argumen yang logis, tidak emosional. Para pembicaranya pun menggunakan gagasan, pendapat, tanggapan, pembahasan secara ilmiah pula. Lalu ada seotang pemrasaan yang menyajikan makalah.
2. Menyelenggarakan Seminar
Dalam menyelenggarakan seminar kelas, susunlah terlebih dahulu organisasi peleksanaannya. Seorang yang lain ditugasi sebagai pembahas khusus dari makalah yang disajikan. Seorang ditugasi sebagai moderator. Guru sebagai narasumber dan satu atau dua orang bertugas sebagai notulis yang bertugas menyusun laporan.
Seminar bukan diadakan untuk menetapkan suatu keputusan terhadap masalah yang dibicarakan. Seminar hanya membahas cara pemecahan masalah.
Karena inti dari sebuah seminar merupakan sebuah diskusi, laporan seminar pun merupakan laporan hasil diskusi. Oleh karena itu, laporan seminar hendaknya berisi hal-hal yang penting saja.
Susunan acara seminar dapat dibuat seperti berikut.
a. Laporan ketua.
b. Penyajian ketua.
c. Pembahasan oleh pembahas.
d. Diskusi.
e. Penyimpulan.
f. Penutup.
3. Menyusun Laporan Hasil Seminar
Laporan hasil seminar pada dasarnya sama dengan laporan hasil diskusi, terutama sistematiknya. Yang berbeda ialah materinya, yaitu bahan- bahan yang dilaporkan.
B. Diskusi Panel
1. Memahami Pengertian Diskusi Panel
Diskusi panel adalah bentuk umum yang dilakukan oleh sekelompok orang (yang disebut panelis) yang membahas suatu topik yang menjadi perhatian umum dan dilaksanakan dihadapan khalayak, penonton (lewat tayangan televisi), atau pendengar (lewat siaran radio). Dalam diskusi panel, khalayak diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan pendapat. Pelaksanaan diskusi panel dipandu oleh seorang moderator dan dapat dibantu oleh notulis.
Dari sebuah diskusi panel anda akan memperoleh informasi yang dapat memperkaya pengetahuan kita tentang suatu masalah atau topik dari beberapa titik pandang yang berbeda. Pokok-pokok pembicaraan merupakan bagian penting yang dapat diuraikan dalam suatu pembicaraan. Bagian penting itu bisa berupa gagasan atau pokok permasalahan.
Pelaksanaan diskusi panel dimulai dengan pembahasan masalah oleh panelis. Pada panelis menyampaikan gagasannya secara bergiliran. Mereka mendiskusikan masalah yang diajukan hingga menghasilkan kesimpulan. Ketua diskusi yang memandu jalannya diskusi merangkum hasil diskusi, kemudian mempersilahkan peserta dan pendengar untuk memberikan komentar.
2. Menyusun Laporan Diskusi Panel
Laporan diskusi panel dibuat setelah diskusi selesai dilaksanakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan hasil diskusi panel sama dengan laporan diskusi lainnya. Laporan sebaiknya tersusun atas bagian pendahuluan, bagian uraian pelaksanaan, serta bagian penutup yang mencakup kesimpulan dan saran.
- Bagian pendahuluan laporan harus meliputi
a. Latar belakang pelaksanaan diskusi panel;
b. Tujuan diskusi panel;
c. Persiapan-persiapan diskusi panel;
- Bagian uraian atau isi laporan meliputi
a. Pelaksanaan diskusi panel (hari, tanggal, waktu, dan tempat);
b. Peserta yang mengikuti diskusi panel;
c. Hasil diskusi panel;
d. Jalannya diskusi panel;
- Bagian penutup meliputi
a. Kesimpulan hasil diskusi panel;
b. Hal-hal yang disarankan dalam diskusi panel;
- Lampiran-lampiran dapat berupa
a. Surat izin pelaksanaan diskusi panel (jika diskusi panel dilaksanakan secara resmi dan luas);
b. Proposal penyelenggaranya diskusi panel;
c. Makalah-makalah yang didikusikan;
d. Susunan panitia penyelenggaraan;
e. Ringkasan makalah;
f. Daftar hadir peserta.
3. Mengajukan Pertanyaan dalam Diskusi
Diskusi merupakan suatu pembicaraan untuk memecahkan suatu masalah yang dilakukan secara bersama-sama, atas dasar pertimbangan intelektual. Asas yang mendasari kegiatan diskusi adalah asas berpikir dan bersama.
Dengan berpegang pada dua asas tersebut, diharapkan agar rumusan simpulan yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan karena sudah dikaji berdasarkan pemikiran banyak orang. Dengan demikian, keterlibatan seluruh peserta secara aktif dalam kegiatan diskusi merupakan tuntutan utama.
Untuk dapat bertindak menjadi peserta yang baik dalam sebuah diskusi, kita harus tahu betul masalah yang didiskusikannya. Peserta diskusi harus dapat pula menangkap uraian yang dikemukakan pembicara agar dapat menanggapinya dengan baik.
Salah satu bentuk tanggapan terhadap pembicara dalam diskusi di antaranya mengajukan pertanyaan. Dalam hal itu, kita harus memperhatikan hal-hal berikut:
a. Pertanyaan diajukan dengan jelas dan mengenai sasaran, jangan berbelit-belit;
b. Pertanyaan diajukan dengan sopan, hindarkan agar pertanyaan tidak dikemukakan dalam bentuk perintah atau permintaan; dan
c. Usahakan supaya pertanyaan tidak ditafsirkan sebagai bantahan atau debat.
4. Memberikan Kritikan dan Dukungan dalam Diskusi
Memberikan tanggapan terhadap suatu pendapat berarti memberikan persetujuan atau ketidaksetujuan kita terhadap pendapat itu. Dalam menyatakan persetujuan atau pendapat pembicara, kita harus memperkuatnya dengan menambahkan bukti atau keterangan. Dalam menyampaikan persetujuan, usaha agar komentar yang diberikan tidak berlebihan, berikan pula alasan yang masuk akal kemudian kemukakan pendapat sendiri dengan alasan yang meyakinkan.
Dalam memberikan kritikan dan sanggahan, tentunya terdapat tata krama yang harus ditaati agar diskusi itu berjalan dengan baik.
5. Menyampaikan Gagasan dalam Diskusi
Diskusi adalah pertukaran pikiran, gagasan, atau pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan untuk mencari kesatuan pikiran. Gagasan adalah pemikiran mengenai sesuatu sebagai pokok atau tumpuan untuk pemikiran selanjutnya. Menyampaikan gagasan berarti menyampaikan pemikiran atau ide kepada orang lain. Gagasan dapat diperoleh dari hasil pengamatan lapangan, penelitian, dan hasil kajian. Gagasan yang disampaikan seorang dapat memancing tanggapan dan pertanyaan.
Diskusi merupakan suatu pembicaraan untuk memecahkan suatu masalah yang dilakukan secara bersama-sama, atas dasar pertimbangan intelektual. Asas yang mendasari kegiatan diskusi adalah asas berpikir dan bersama.
Dengan berpegang pada dua asas tersebut, diharapkan agar rumusan simpulan yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan karena sudah dikaji berdasarkan pemikiran banyak orang. Dengan demikian, keterlibatan seluruh peserta secara aktif dalam kegiatan diskusi merupakan tuntutan utama.
Sebaiknya sebelum mengadakan diskusi, kita harus menetapakan gagasan atau topik diskusi. Gagasan merupakan pedoman yang menjadi fokus pembicaraan dalam dikusi.
6. Mengemukakan Gagasan Secara Jelas dan Mudah Diikuti
Untuk mengemukakan gagasan secara jelas maka kita perlu memiliki efektivitas berfikir, kita harus mempergunakan inti atau fokus kalimat yang sama. Jika kita ingin menggabungkan dua atau lebih kalimat atau klausa menjadi satu kalimat majemuk setara atau satu kalimat majemuk bertingkat maka kita harus memperhatikan fokus dalam penggabungkan tersebut, lebih-lebih pada kalimat majemuk bertingkat. Fokus dalam kalimat majemuk bertingkat harus terdapat dalam induk kalimat. Jadi, penulis harus memperhatikan mana dari dua kalimat yang hendak digabungkan itu menjadi fokus.
C. TATA KRAMA PENYAJI DAN PESERTA
Adapun tata krama dalam seminar ataupun diskusi panel diantaranya adalah,
Tata krama penyaji atau pemrasaran yaitu:
a. Menyiapkan makalah yang sesuai dengan topik dan landasan pemikiran yang akurat;
b. Menyampaikan makalah secara berurutan, singkat, dan jelas;
c. Menerima kritik dan saran dari berbagai pihak;
d. Menjawab pertanyaan dengan objektif.
Tata krama peserta yaitu
a. Mempelajari makalah;
b. Bersikap sopan;
c. Menjaga kelancaran rapat/ diskusi;
d. Tidak berbicara pada waktu seminar/ diskusi;
e. Apabila materi yang disampaikan belum selesai hendaknya jangan ada yang bertanya, bila ingin bertanya ada waktunya yaitu sesi pertanyaan;
f. Apabila peserta ingin bertanya sebaiknya peserta sebelum berbicara mengangkat tangan atau mengacungkan jari. Bila pemandu sudah mempersilahkan barulah berbicara;
g. Menyampaikan pertanyaan dengan singkat dan jelas.
terimakasih pak, saya terbantukan untuk istilah seminar ini….
terimakasih pak, saya terbantukan untuk istilah seminar ini….
mkcih ya pak.saya sangat terbant
thank tas tulisannya
maju terus
terima kasih atas infonya. saya mhsiswi FKIP B. inggris. skrg sedang membuat thesis tentang persiapan seminar. cari-cari definisi seminar dr para ahli susah banget. English version maupun versi indonesia. boleh minta tlg gk pak , kalau ada berita apapun tentang seminar dan persiapannya… kalau bisa pake sumber yang pasti. maaf sebelumnya ngerepotin. terimakasih banyakkkkkk..
thanks ya, saya jadi tau info mengenai defenisi seminar.
terima kasih atas info nya, sangat membantu..
terima kasih, sangat membantu..
trims… uda dibantu….
Thx y pk,,tlsanya cmplet bgt,,
upload dta yg lain jg y,,
oy pk,,sy ad tgas bwt karya ilmiah,,tema yg saya ambl “panas laptop potensi sebabkan kmndulan” pn tulisan seputar itu gk??
mhn bntuanya…
saya siswa SMA 1 Singaraja,slm knal
thanks bget ya dri sni sy bs tw pengertian dri seminar,
tengkyu Bos, saya ambil artikel Anda untuk bahan bacaan.
makasiiihh banyakkkkkkkkkkkkkk =)
wuah siiip, bermanfaat bgt, sy minta ijin ni memasukkan beberapa materi ke blog saya, buat referensi sy jg makasih …
siip
waah tulisan nya bagus , komplit , lengkap semua , cocok banged untuk tugas saya … thanx y , keluarkan terus karya2mu yang lain lebih hebat la .
whua.. tulisan yang bagus…
sayang ga ada sumbernya??
kalo boleh tau, data ini didapat dr buku atau sumber apa??
jika tidak ada sumber, apakah data diatas, murni dari tulisan anda pribadi??
mohon bantuannya…
soalnya ingin dijadikan referensi…
*agar ngga salah nantinya…
makasih ya..
oiya.. tolong dibales ya..
atau kalo tidak keberatan,
tlong kirimkan PM langsung ke saya..
wenny_an@yahoo.com…
sekali lagi terima kasih
^^
duhh,,
tulisannya bagus banged..
siapa sihh yang buad nya ?
makasih ya,,
saya jadi tau seminar & diskusi panel itu apa..
makasih banyak..
mohon dibalas iya..
hmm.. makasii buat info nya

blog anda sangat brmanfaat bagi kami anak” kelas 1 SMA..
syukron katsiron
thx
sangat bermanfaat.
banyak yang nyari buat bahan tugas ya….
maaf belum bisa di tambah lagi artikelnya…
semoga artikelnya bermanfaat….
trimaksh..
sngt m’bntu
trims
terimakasih pak, ini saya mahasiswi ikip pgri, kafrena blog bapak saya merasa lebih mudah, dan lebih banyak materi un tuk referensi tugas saya.
sex seminar….
terima kasih info nya pak
mksh attzz artikelx
ssgdt mmban2 bgdd…thanks Pak
pak, unsur-unsur seminar apa aja y???
hehe, thanks info nya,
haha
bagus gan tulisannya…mampir2 ke web ane gan…!!
http://www.108csr.com/home/home.php?nav_id=1
ditunggu gan…!!!
trimakasih atas infonya, saya jadi tau pengertian seminar dan diskusi panel
pak saya mau tanya jakarta loyer club termasuk jenis diskusi apa?
klo diskusi ga ada pemecahan masalah gmn,?
Saya mau nanya,,
Apa saja jenis-jenis seminar itu..??
Sebelumnya terimakasih untuk infonya..
menyebalkan, bu guru menyuruhku mengadakan seminar padahal tahu seminar ajja ngga’
tugas panelis ittu pa ajja yah?
help me! gimana caranya ngadain seminar
yahh ittu sih masalah u
trima kasih pak. semoga bermanfaat.